Olive: Indah namanya tapi pahit rasanya

Labels: , |

Olive merupakan tumbuhan yang lebih dikenal dengan nama zaitun di negara kita. Olive atau zaitun merupakan tumbuhan yang sangat istimewa, tentu saja hal ini bukan dibuat-buat tapi memang karena fakta bahwa namanya diabadikan di dalam kitab suci Alqur’an sehingga tumbuhan ini merupakan tumbuhan yang diberkati.

Suatu ketika saya dan seorang teman saya berjalan-jalan ke sebuah pusat perbelanjaan di Melbourne, namanya Box Hill, di sini terdapat pasar buah, buah-buahan disini dilabel dengan harga yang cukup terjangkau, bahkan banyak jenis buah yang harganya jauh lebih murah dari harga di negara kita. Kami mencoba melihat-lihat berbagai jenis buah dan membeli beberapa jenis yang belum pernah kami makan bahkan ada yang belum pernah kami lihat atau dengar namanya. Kemudian kami beli buah plum, apricot, peach / buah persik, dan nectarine, kami ingin mencicipi semua buah yang belum pernah kami makan sebelumnya. Selanjutnya kami berkeliling lagi, di suatu sudut kami melihat ada tulisan OLIVE, teman saya bertanya apa itu olive, saya katakan bahwa olive itu adalah zaitun. Nama yang indah ini membuat kami penasaran, lebih-lebih sudah sangat sering kita dengar cuma belum pernah melihat dan mencicipinya. Teman saya memutuskan untuk membelinya dan saya beli buah yang lain, nanti saling berbagi untuk sekedar mencicipi. Buah zaitun ini tidak terlalu besar, kira-kira sebesar buah langsat tapi agak lonjong dan berwarna hijau pada saat belum matang.

Setelah selesai kami bayar belanjaan kami, kami cari tempat duduk dan kami coba mencicipi buah-buahan tersebut seperti plum, peach, dll, buah-buahan tersebut sangat lezat rasanya. Kemudian teman saya coba makan buah zaitun, begitu dia gigit, mukanya berubah jadi berkerut dan segera dia keluarkan lagi dari mulutnya, saya penasaran dan bertanya ada apa? Dia bilang buah ini kok pahit kali. Kemudian saya coba juga, ternyata betul bahwa rasanya sangat pahit, sepahit empedu. Banyak orang yang lalu lalang di depan kami, ada di antara mereka yang memerhatikan kami dan tersenyum, mungkin mereka merasa lucu kenapa kami makan buah zaitun seperti itu, ya kami terpaksa cuek saja. Ini merupakan pengalaman yang sangat berharga bagi kami walaupun sedikit kocak. Rupanya zaitun itu harus diolah dulu sehingga menjadi makanan yang lezat dan minyaknya mempunyai manfaat yang cukup banyak.

0 comments: